Ide Pemberantasan Korupsi dari Berbagai Aspek

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pusat Pengembangan Sumberdaya Wilayah (Pusdaya) Indonesia menggelar diskusi publik mengkaji ide-ide pemberantasan korupsi dari berbagai aspek. Kegiatan di Kota Kendari pada Rabu (19/12/2018) ini, melibatkan sejumlah peserta dari berbagai latar belakang.

SekjenTransparency International Indonesia (TII), Dadang Trisasongko, menuturkan untuk mencegah korupsi perlu dipahami beberapa potensi terjadinya hal tersebut. Mulai dari pembuatan regulasi untuk kebijakan publik, pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan perdagangan berkaitan dengan impor.

“Menurut kami hal-hal ini merupakan potensi timbulnya korupsi yang nilainya relatif besar,” ujar Dadang.

Elisabet Koesrini dari Indonesian Budgeting Center lebih menekankan pada transparansi anggaran mulai dari perencanaan hingga pengelolaan untuk mencegah kesepakatan politik antara eksekutif dan legislatif.

“Dengan transparansi anggaran, masyarakat bisa mengontrol kebijakan yang diambil oleh pimpinan daerah,” ucap Elisabet.

Ahmad Rustam selaku akademisi juga menilai potensi korupsi dimulai dari proses pencalonan kepala daerah hingga terpilih, utamanya kata dia, para incumbent. Pasalnya mereka masih memiliki akses terhadap APBD dan menggerakkan birokrasi sebagai mesin politik, bahkan menggunakan fasilitas negara.